Getaran-getaran itu, masih kentara hingga kini
Getaran yang tak berwujud
Tapi begitu nyata memporak-porandakan gubuk-gubuk jiwa
Juga mengasingkan 1001 tanda tanya
Hening pun terbelah menjadi puing-puing
Terhampar bagai sisa-sisa
Teriak tak mampu, jiwaku bisu...
Berlari tak mampu, asaku beku...
Selalu hanya do'a yang dapat terlempar
Getaran-getaran itu, akan terus ada
Sampai abadi memisahkan lalu menyatukan kembali
Dari reinkarnasi rasa yang tak pernah jadi saksi
Atas asa yang selalu sangsi
Getaran-getaran itu
Begitu syahdu membuat jantung tak beraturan: Engkaukah itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar