Menerjemahkan bahasa jiwa dalam kata-kata

evelin-hurries.blogspot.com

Sabtu, 09 Juni 2012

Mengenang Remang


Mengenangmu…
Seperti menebak langit penghujan diselingi badai matahari
Membanjiri mata hati tiba-tiba menimbulkan kemarau panjang
Menggersangi benua-benua jiwa

Telah habis kata-kata lewat air mata, sehingga mata telah berupa air yang pancaroba

Aku di sini selayak petani yang menggadaikan nyawa pada tengkulak
Sebagai penuai ilalang-ilalang rindu di ladang hati tak bertuan

Mengenangmu…
Seperti memperjuangkan budak yang tak hendak menemu kemerdekaan
Terjajah omong-kosong tentang hidup
Dan akhirnya merasa lebih baik
Memikirkan tentang mati yang abadi

Bagiku…
Mengenangmu adalah kedunguan hakiki
Sebab kau hanyalah seonggok fatamorgana
Yang membentang remang  di cakrawala hati

--Gaduh kelasku, inspirasiku (01022012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar