![]() |
Segenggam pilu merasuk menusuk jiwaku nan mulai membusuk
Seperti cambuk yang melucuti para pemabuk
Aku mengerang menahan berang garang
Aih, seperti detik-detik yang tak pernah selesai kuhitung
kau masih selalu melekat dalam sebuah ruang hampa di sudut hati
Pagoda nestapa menjulang tinggi
Mencakar langit-langit hitam di dadaku
di dalamnya aku mengaduh dalam diam
di dalamnya aku merajut tenang yang tercerai-berai
di dalamnya aku bangun lagi gedung-gedung jiwa
yang sempat porak-poranda sebab pilu
Pagoda nestapa membentang lebar
Memakan tempat-tempat sunyi di ungu otakku
di dalamnya aku menguak kenangan
di dalamnya aku mengoyak sepi
di dalamnya aku berenang dari ketenggelaman akan gundah
yang sempat puting-beliung sebab rancu

Agak sulit menulis puisi yang bernuansa ceria. Maklum saya kan masih belajar hehe
BalasHapus