Menerjemahkan bahasa jiwa dalam kata-kata
evelin-hurries.blogspot.com
Kamis, 29 Desember 2011
Sebilah Gundah Penggoyah Langkah
Sebilah gundah tertancap di pundakku
Namun masih sempat keseretkan langkah
Nan padahal mulai goyah
Luka-luka telah menganga
Sebab sepi masih membaluri dinding-dinding jiwa
Keentahan terus menggubris mengiris kegilaan yang miris
Oi, masihkah aku bernyawa?
Sedangkan jiwaku tengah mati
Ingin rasa memeluk langit
Namun daya tak ada
Pula upaya telah tiada
Di pelupuk matamu
Aku temukan gundah yang gulana
Bersama rembulan
Izinkan aku menyulam rindu yang berjelaga di bulat matamu
Sebab kemurungan langit
Adalah bias dari rindu-rindu yang tercerai-berai
Oleh kegilaan kita akan rindu
Sebilah gundah telah tertancap di pundakku
Namun masih sempat kuseretkan langkah
Nan padahal mulai goyah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar