Menerjemahkan bahasa jiwa dalam kata-kata

evelin-hurries.blogspot.com

Sabtu, 09 Juni 2012

Surat Cinta Untuk Wanita Bermahkota Pelangi


SURAT UNTUK WANITA BERMAHKOTA PELANGI

oleh : Evelin R.

Wanita bermahkota pelangi. Ya, itulah engkau, wahai Ibu. Jika mahkotamu adalah pelangi, maka aku tebak bahwa isi kepalamu adalah rangkaian bunga jingga yg ranumnya tak pernah pudar dan begitu abadi menghiasi taman-taman jiwaku yang semula hanya dihiasi rerumput liar.
Ibu, maafkanlah anakmu yang sering mengundang gerimis ke dasar dedanau matamu yg mulai sayu dipeluki usia senja. Ibu, maafkanlah anakmu atas pengabaian yang kubalaskan terhadap petuah-petuahmu yg mengalir seiring derasnya usia. Ibu, maafkanlah anakmu yg sering menggugurkan daun-daun harapan yang kau benihkan dg susah payah di puing-puing nyawaku. Ibu, maafkanlah anakmu yg kerjanya hanya meminta maaf.
Lewat surat ini, aku sampaikan kata yg tak sempat terucap. Sembari menulis surat ini, aku berusaha memanggang pengabaianku yang kadang melampaui batas kesabaranmu. Di dalamnya aku sisipkan cinta sebesar gunung yg tingginya menjulang ke permukaan langit senja nan jingga. Teruntuk sesosok wanita bermahkota pelangi, Ibu.

-Di Heningnya Senandung Harap (19042012)

1 komentar: